Daftar Isi
Bagian dari Cara Menerbitkan Buku di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Penulis
Setiap minggu ada naskah yang masuk ke meja editor dalam keadaan belum siap dibaca. Bukan karena penulisnya tidak berbakat, tapi karena hal-hal kecil yang terlewat: berkas yang salah format, sinopsis yang kosong, atau naskah yang ternyata baru setengah jadi.
Kabar baiknya, semua itu bisa dibereskan dalam satu sore. Berikut daftar periksa yang bisa kamu lalui sebelum mengirim.
1. Pastikan naskahmu memang sudah selesai
Ini yang paling sering keliru. “Selesai” berarti ceritanya tamat atau argumenmu tuntas — bukan “tinggal beberapa bab lagi”. Editor menilai keutuhan sebuah karya. Naskah yang berhenti di tengah tidak bisa dinilai secara adil, sebaik apa pun bab-bab awalnya.
Kalau kamu ingin menguji minat penerbit sebelum menyelesaikan seluruh naskah, katakan terus terang di sinopsis bahwa naskah masih dalam proses dan sebutkan perkiraan waktu penyelesaian. Jujur sejak awal jauh lebih baik daripada ketahuan di tengah jalan.
2. Baca ulang sekali, dengan suara keras
Membaca dalam hati membuat mata melompati kesalahan. Membaca dengan suara keras memaksamu melewati setiap kata. Kalimat yang terlalu panjang akan terasa saat napasmu habis. Pengulangan kata akan terdengar janggal di telinga.
Kamu tidak perlu menjadi editor untuk melakukan ini. Satu putaran membaca keras biasanya cukup untuk menangkap kesalahan ketik, kalimat yang tidak selesai, dan paragraf yang berputar-putar.
3. Rapikan tampilan naskah
Naskah yang rapi lebih mudah dinilai isinya. Beberapa hal sederhana yang membantu:
- Gunakan satu jenis huruf standar untuk seluruh naskah
- Beri jarak antarbaris yang lega — 1,5 spasi sudah cukup
- Buat penulisan judul bab konsisten dari awal sampai akhir
- Beri nomor halaman
- Cantumkan judul dan namamu di halaman pertama
Tidak perlu desain. Tidak perlu ilustrasi sampul. Tahap itu datang belakangan, dan biasanya dikerjakan tim penerbit.
4. Siapkan berkas dalam format yang diterima
Merabooks menerima naskah dalam format .pdf, .doc, atau .docx, dengan ukuran maksimal 25 MB. Ukuran itu lapang untuk naskah teks, bahkan yang panjang.
Kalau berkasmu melebihi batas, penyebabnya hampir selalu gambar beresolusi tinggi yang tertanam di dalam dokumen. Kompres gambarnya, atau kirim naskah teksnya saja lebih dulu dan sebutkan bahwa materi visual menyusul.
Satu hal lagi: beri nama berkas yang jelas. Naskah – Judul Buku – Nama Penulis.docx jauh lebih membantu daripada Dokumen1 (revisi fix banget).docx.
5. Tulis sinopsis yang benar-benar menjelaskan
Sinopsis bukan kalimat promosi dan bukan teka-teki. Ia harus memberi tahu editor apa isi naskahmu, siapa pembacanya, dan kenapa buku ini perlu ada. Untuk fiksi, ceritakan juga bagaimana kisahnya berakhir — editor perlu tahu, bukan ingin dikejutkan.
6. Periksa data kontakmu
Terdengar sepele, tapi email yang salah ketik satu huruf berarti kabar baik tidak akan pernah sampai. Pastikan alamat email dan nomor WhatsApp yang kamu isi masih aktif dan kamu pantau.
7. Simpan salinannya
Simpan satu salinan naskah di tempat lain — cloud, hard disk eksternal, atau email ke dirimu sendiri. Ini kebiasaan yang tidak pernah terasa penting sampai hari ketika laptop mati dan tidak menyala lagi.
Setelah semuanya beres
Kalau tujuh poin di atas sudah kamu lewati, naskahmu siap dikirim. Unggah lewat formulir di halaman Kirim Naskah, dan pastikan kamu menerima konfirmasi bahwa berkasnya benar-benar terkirim.
Selebihnya adalah menunggu — dan menulis hal berikutnya sambil menunggu.
