Rp88.000
Narasi persaudaraan seperti tretan dhibi’ haruslah menjadi motor penggerak untuk menciptakan tata kelola yang bersih dan berpihak pada rakyat, bukan sebaliknya. Buku ini menyerukan agar solidaritas publik dialihkan dari sekadar loyalitas buta menjadi modal sosial yang kritis; dari pemakluman terhadap korupsi menjadi keberanian untuk bersuara melawan ketidakadilan. Pada akhirnya, tantangan terhadap demokrasi di Madura bukanlah soal aturan yang longgar, melainkan soal norma sosial yang membenarkan praktik-praktik klientelisme.
Solidaritas seharusnya menjadi kata kunci yang positif bagi bangunan good government yang dimajinasikan oleh masyarakat pulau garam untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan wilayahnya. Buku ini membongkar praktik-praktik tersebut dan memantik sebuah pertanyaan: jika kita tidak mampu menempatkan solidaritas pada koridor yang benar, bagaimana mungkin kita bisa membangun demokrasi yang kokoh? Sebuah pertanyaan yang jawabannya harus terus kita renungkan.
Kamu bisa beli buku ini via:
Kamu bisa beli buku ini via: